Lama baru bisa nulis lagi. Akhir-akhir ini memang agak susah bagi saya untuk bisa mengakses internet. Kali ini saya hanya akan menceritakan tentang fasilitas apa saja yang sampai sekarang tidak/belum bisa saya dapatkan ketika menggunakan Open Source Software (OSS).
Saya memang belumlah lama menjadi pengguna OSS. Sejak bergabung dengan rekan-rekan di KPLI Gorontalo, rasa-rasanya masih belum banyak yang saya ketahui (dan pahami). Sehingga mungkin hal inilah yang menyebabkan saya belum bisa sepenuhnya meninggalkan dunia Closed Source yang dalam ruang lingkup saya menyangkut Ms. Windows dan aplikasi komersial yang berjalan diatasnya.
Sampai tulisan ini saya buat, setidaknya ada 2 hal yang membuat saya harus melakukan reboot dan masuk ke Lingkungan sistem operasi Windows. Tidak ada sedikitpun tujuan dari tulisan ini untuk mencibir ketidakmampuan OSS soal hal ini. Saya juga tidak berharap bahwa kelak fasilitas/fitur ini nantinya akan ada. Karena sampai detik ini juga, saya belum bisa memberikan apa-apa demi perkembangan OSS.
1. Border Art
Untuk urusan pembuatan dokumen saya selama ini menggunakan OpenOffice Writer. Dan sejak saya menggunakannya mulai dari versi 1.4 sampai 3.0 (yang terbaru saat ini) belum juga ada fasilitas ini. Padahal bagi saya yang sering membuat tugas makalah sangat membutuhkan fitur yang satu ini pada saat membuat cover. Saya yakin pihak pengembang OO.org bukannya tidak sanggup menyediakan fitur ini. Tapi mungkin saja fitur ini belum termasuk fitur yang dianggap penting ? Oh,ya. Setahu saya pada paket aplikasi office seperti KOffice dan GNOME Office juga belum menyediakan fitur ini. Nggak tau bagaimana dengan LaTeX.
2. Report Designer
Karena waktu kuliah dulu saya sempat belajar pemrogramman, maka ketika menggunakan OSS saya sempatkan mencoba bahasa pemrogramman yang ada dilingkungan OSS. Untuk pembangunan aplikasi dekstop memang sudah cukup luar biasa, walaupun ketersediaan report designer sekelas Crystal Report belum ada. Mungkin karena ini pengembangan aplikasi database berbasis web jauh lebih populer ketimbang harus membuatnya dengan Gtk atau Qt. Tapi untunglah saya bukanlah seorang programmer atau semacamnya. Sehingga hal ini tidak begitu mempengaruhi saya.
Sebagai pengguna biasa yang sehari-hari menggunakan komputer hanya untuk mengetik, dengar musik, nonton video dan hal-hal lame lainnya, saya merasa sudah cukup puas dan bersyukur dengan hadirnya OSS sehingga saya bisa (skali-skali) menggunakan dan memiliki Software legal tanpa harus mengeluarkan uang seperser pun. Walaupun selama ini saya merasa dengan menggunakan OSS tidak otomatis menghilangkan kerakusan saya membajak MP3





