Kacang panjang merupakan salah satu menu masakan kesukaan saya. Selain mudah didapat, kacang panjang juga dapat diolah menjadi beraneka macam masakan. Selain mudah dimasak, bisa ditumis atau dijadikan bagian dari masakan lain. Konon katanya Kacang panjang juga mempunyai berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Kacang panjang, mudah tumbuh dimana saja. Kecuali tentunya Anda mencoba menanamnya ditanah gersang atau dikutub utara misalnya. Saya sendiri menanam Kacang panjang di samping rumah saya yang tanahnya saya manfaatkan sebagai kebun kecil-kecilan. Perawatannya yang gampang, menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam. Kacang panjang yang masih muda bila dimakan terasa renyah dan enak dilalap mentah.
Posted in Kebunku | Leave a Comment »
Kemarin butuh menggunakan proxy saat berselancar dengan menggunakan Epiphany. Eh, cari-cari tempat pengaturan proxy di epiphany tidak ada. Ternyata sebagai browser default dari gnome, epiphany memanfaatkan pengaturan proxy dari dekstop gnome itu sendiri.
Untuk mengatur proxy di gnome, buka Network Proxy lewat menu System -> Preferences -> Network Proxy. Atau bisa menjalankan perintah:
$ gnome-network-properties

Selamat mencoba..
Posted in GNOME, Networking | Leave a Comment »
13 June 2009 by Wirasto S. Karim
Pagi ini saya mendapati ternyata udah ada paket-paket baru untuk slackware current. Tanpa pikir panjang saya langsung mengupgrade lagi slackware current saya. Tapi tak disangka, malah X server menjadi rusak. Saya harus menekan tombol reset karena setelah X server dijalankan dan mengalami kerusakan, saya sudah tidak bisa ngapa-ngapain lagi.
Dengan bantuan CD1 Slackware 12.2 dan mencoba-coba ini dan itu, saya bisa mendapatkan solusi “sementara” ini.
1. Menginstall kembali (timpa) paket-paket font
# cd slackware/x/
# installpkg font-*.txz
2. Dulu ada sedikit bug di driver intel, dan saya mengatasinya seperti waktu saya mengalami hal ini di Debian. Saya tidak tau apa pada current kali ini bug ini sudah diperbaiki atau belum. Yang pasti option itu harus dikeluarkan.
Section “Device”
Identifier “Configured Video Device”
Driver “intel”
#Option “AIGLX” “false”
#Option “AccelMethod” “XAA”
EndSection
3. (optional) Restart
Dengan solusi ini setidaknya membuat saya bisa masuk kembali ke mode X.
Masa-masa bersama Slackware benar-benar seru dan mendebarkan
Posted in Linux | Leave a Comment »
Di Slackware, apabila kita melakukan upgrade paket yang terinstall biasa ada file konfigurasi baru yang disimpan dengan akhiran *.new. Nah untuk menjaga kestabilan dan pembaruan dalam sistem maka kita harus menggabungkan isi konfigurasi lama dan baru. Kalau ada perubahan pada konfigurasi default tentunya. Konfigurasi hasil editan sendiri tentu tidak perlu diganti.
Selama ini untuk melihat perbedaan dari konfigurasi lama dengan konfigurasi baru saya selalu menggunakan perintah diff. Tapi sekarang saya baru tau kalau editor vim datang dengan fitur yang bisa juga melakukan hal tersebut. Bahkan jauh lebih mudah baik dalam pencarian perbedaan maupun penggabungan/pengeditan baris yang berbeda, dan yang dirasa perlu untuk disamakan tentunya.
Untuk menggunakannya jalankan perintah berikut
$ vimdiff berkas1 berkas2
Digunakan untuk lebih dari 2 berkas juga bisa. Oh iya, untuk mengetahui apa ada konfigurasi baru yang harus digabungkan jalankan perintah berikut
# find /etc/ -name "*.new"
/etc/pulse/default.pa.new
/etc/X11/gdm/Xsession.new
/etc/X11/gdm/custom.conf.new
/etc/bluetooth/network.conf.new
/etc/bluetooth/audio.conf.new
/etc/vsftpd.conf.new
# vimdiff /etc/vsftpd.conf /etc/vsftpd.conf.new

Gambar : terlihat jelas kan perbedaannya…
Untuk berkas source code biasa terdapat code folding. Untuk membuka dan menutup code folding ini gunakan keyboard shortcut “zo” dan “zc” (tanpa tanda kutip). Dan kalau berpindah ke jendela split lain, gunakan “Ctrl w + Ctrl w”. Karena vimdiff ini adalah bagian dari vim tentu pengoperasiannya seperti pengoperasian editor vim pula.
Tentu saja kita bisa menggunakan gvimdiff sebagai alternativ bagi yang merasa lebih nyaman dengan tampilan GUI.
Pada distribusi lain, untuk bisa mendapatkan fasilitas ini kita harus menginstall vim versi full. Bukan sekedar vim-lite. Kalau di Debian jalankan perintah berikut untuk menginstallnya.
# apt-get install vim-full
Selamat mencoba.
Posted in FreeBSD, Linux, OpenBSD | 1 Comment »
Sekedar mendokumentasikan apa yang saya lakukan malam ini, menginstall dhcp server di FreeBSD 7.2.
# cd /usr/ports/net/isc-dhcp30-server/
# make install clean
………
………
For more information, and contact details about the security
status of this software, see the following webpage:
http://www.isc.org/products/DHCP/
===> Cleaning for isc-dhcp30-server-3.0.7_4
Buka /etc/rc.conf dan tambahkan konfigurasi berikut
# vim /etc/rc.conf
dhcpd_enable=”YES”
dhcpd_flags=”-q”
dhcpd_conf=”/usr/local/etc/dhcpd.conf”
dhcpd_ifaces=”msk0″
dhcpd_withumask=”022″
Buat konfigurasi untuk dhcp server
# cd /usr/local/etc/
# cp dhcpd.conf.sample dhcpd.conf
# vim dhcpd.conf
Silahkan sesuaikan dengan kondisi jaringan Anda. Contoh konfigrasi dhcpd.conf paling sederhana ada disini. Iya, itu di OpenBSD. Tapi sama saja
Jalankan service dhcp server
# /usr/local/etc/rc.d/isc-dhcpd start
Selamat mencoba
Posted in FreeBSD, Networking | Leave a Comment »